Connect with us

Hi, what are you looking for?

Rekomendasi

Ini 7 Sistem Pengelolaan Limbah Terbaru yang Populer di Masyarakat

Pencemaran lingkungan merupakan hasil dari aktivitas yang dilakukan oleh manusia dalam industri ataupun rumah tangga. Salah satu sumber pencemaran lingkungan yang sering dihasilkan adalah limbah cair. Kehadiran limbah cair ini tentunya sangat berbahaya bagi kehidupan masyarakat dan makhluk lainnya. Hal ini dikarenakan limbah cair memiliki kandungan senyawa berbahaya, seperti nitrat, fosfor, dan asam.

Tentunya ini membuat Anda harus melakukan pengelolaan terhadap limbah cair tersebut. Tujuannya agar limbah menjadi aman dan tidak merusak lingkungan jika akan dibuang. Saat ini banyak kiat yang bisa Anda lakukan dalam mengatasinya. Anda hanya memerlukan beberapa alat dan bahan kimia tambahan untuk bisa menerapkan sistem pengelolaan limbah terbaru.

7 Sistem Pengelolaan Limbah Terbaru

Terdapat tujuh sistem pengelolaan limbah terbaru yang bisa Anda terapkan, di antaranya sistem septic tank, sistem SBR (Sequencing Batch Reactor), sistem kolam oksigen, sistem trickling filter,  sistem UASB (Up-flow Anaerobic Sludge Blanket), sistem RBC (Rotating Biological Contactor), dan sistem lumpur aktif. Semua sistem ini bisa Anda gunakan dalam melakukan pengelolaan terhadap cairan limbah.

1. Sistem Septic Tank

Sistem septic tank merupakan pengolahan limbah yang cair yang tergolong cukup sederhana. Pada sistem ini Anda akan menjumpai proses perombakan limbah dengan kadar bahan organik yang tinggi dan bisa diterapkan untuk debit limbah cair dengan kadar sedikit dan tidak berlanjut. Selain itu, sistem ini hanya membutuhkan biaya yang sedikit dan tidak perlu memiliki keahlian khusus dalam membangunnya.

2. Sistem SBR atau Sequencing Batch Reactor

SBR (Sequencing Batch Reactor) adalah sistem lumpur aktif yang dioperasikan secara batch atau curah. Jika lumpur yang dicurahkan sudah aktif, maka sistem akan melakukan proses aerasi dan sedimentasi yang berlangsung dalam dua tangki secara bergantian. Keistimewaan dari sistem SBR, yaitu tidak memerlukan resirkulasi sludge sehingga proses bisa bekerja secara efisien dan efektif.

3. Sistem Kolam Oksigen

Pada sistem ini memiliki prinsip dasar menyuplai oksigen dan melakukan pengadukan secara alami sehingga bisa melakukan perombakan pada proses bahan organik dalam waktu dan area yang besar. Selain itu, sistem kolam oksigen juga membutuhkan berbagai jenis mikroorganisme agar proses perombakan dapat memberikan hasil yang maksimal.

Advertisement. Scroll to continue reading.

4. Sistem Trickling Filter

Sistem berikutnya yang bisa Anda pilih dalam mengolah air limbah adalah trickling filter. Prinsip utama dari sistem ini, yaitu itu berpusat pada tumpukan media padat dengan tingkat kedalaman kurang dari 2 meter. Tujuan dari sistem ini untuk mengoksidasi karbon dan nitrogen yang terkandung dalam limbah cair.

5. Sistem UASB atau Up-flow Anaerobic Sludge Blanket

Sistem UASB (Up-flow Anaerobic Sludge Blanket) merupakan pengolahan yang sudah menggunakan basis dari reaktor anaerobik. Penggunaan ini akan membuat bahan organik dikonversi menjadi produk akhir berupa karbon dioksida atau gas metana. Pengolahan limbah cair menggunakan sistem ini juga telah mengalami banyak perkembangan, seperti fixed bed reactor dan fluidized bed reactor.

6. Sistem RBC atau Rotating Biological Contactor

Sistem RBC adalah pengolahan limbah cair yang terdiri atas deretan cakram yang dipasang secara horizontal dengan jarak (space) masing-masing 4 cm. Hal ini bertujuan agar perputaran yang dihasilkan bisa menumbuhkan mikroorganisme pada permukaan cakram.

7. Sistem Lumpur Aktif

contoh kolam limbah sawit (POME)
contoh kolam limbah sawit (POME)

Daftar sistem terakhir yang bisa Anda gunakan adalah sistem lumpur aktif. Pada dasarnya, sistem ini terbagi dalam dua bagian, yakni bioreaktor dan tangki sedimentasi. Tujuan pembagian ini agar dapat membedakan serta menyisihkan senyawa karbon, nitrogen, dan fosfor.

Banyaknya pilihan dalam sistem pengolahan limbah cair bisa Anda sesuaikan berdasarkan kebutuhan. Semua sistem ini masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Selain itu, pastikan juga bahwa tujuan dari penggunaan ini adalah untuk mengurangi dampak dari pencemaran lingkungan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

Akademik

Pada dasarnya baik itu Silabus dan RPP PJOK SD (Sekolah Dasar) untuk kelas 1 – 6 ini adalah perangkat terbaru yang akan kami bahas...

Akademik

Sebelum kami akan menginformasikan kepada Anda tentang isi naskah Dwi Darma, Dasa Darma, Tri Satya, dan Dwi Satya, penting untuk Anda tahu terlebih dulu...

Akademik

Acara perpisahan sekolah sudah didepan mata nih, pastinya Anda butuh yang namanya contoh susunan acara perpisahan sekolah terbaru 2019. Dengan begitu Anda akan lebih...

Akademik

Informasi ini disampaikan oleh: LP3I Kampus Siap Kerja Ujian nasional adalah suatu kegiatan dari sekolah yang memang wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di...