Tantangan Analisis Jabatan di Instansi Pemerintah
analisis jabatan pns
Analisis jabatan pns

Tantangan Analisis Jabatan di Instansi Pemerintah

Tuntutan reformasi terhadap penyelenggara pemerintahan membuat organisasi pemerintah diwajibkan untuk bisa membuat analisis jabatan. Job analysis atau analisis jabatan tersebut akan digunakan sebagai dasar atau pondasi dalam sebuah sistem mengenai sumber daya manusia yang berada di dalam sebuah organisasi.

Karena organisasi yang dimaksud adalah instansi pemerintah maka sumber daya manusia yang dimaksud adalah para pegawai negeri atau Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satu tujuan dari dilakukannya analisis jabatan adalah untuk memperoleh seperangkat informasi mengenai sebuah jabatan atau bentuk pekerjaan dan menentukan kualifikasi dari orang yang sesuai untuk posisi tersebut.

Dengan begitu akan diperoleh SDM yang tepat dan akan menghasilkan prestasi yang maksimal. Selain itu masih terdapat beberapa tujuan dari analisis jabatan yang dilakukan oleh organisasi pemerintah yang akan dijabarkan secara singkat berikut ini.

Tujuan Analisis Jabatan ASN

Rekrutmen dan Seleksi

Seperti telah disinggung di atas bahwa tujuan dari analisis jabatan adalah untuk mendapatkan orang atau SDM yang sesuai dengan sebuah jabatan tertentu. Untuk menemukan orang yang tepat tersebut tentunya tidak bisa dilakukan dengan cara yang sembarangan melainkan haruslah dengan sebuah proses. Sebelum menentukan SDM yang tepat harus dibuat sebuah kualifikasi yang berisi informasi tentang hal-hal mencakup keahlian dan sebagainya.

Setelah semua perangkat tersebut dibuat maka dilakukan sebuah proses rekrutmen dan seleksi untuk mendapatkan SDM yang dimaksud. Inilah yang nantinya akan dituangkan dalam syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh mereka yang akan melamar sebagai CPNS. Atau jika dalam kasus kenaikan jabatan analisis jabatan akan dijadikan dasar untuk memilih ASN yang tepat untuk menduduki posisi tersebut.

Penilaian Kerja (Performance Analysis)      

Analisis jabatan bukan hanya untuk mendapatkan orang yang sesuai dengan sebuah posisi melainkan juga untuk menilai kinerja SDM. Analisis jabatan berfungsi untuk menetapkan sebuah standar yang harus dipenuhi oleh sebuah posisi atau jabatan. Secara otomatis orang atau SDM yang duduk di posisi tersebut harus mampu bekerja minimal sesuai standar atau diharapkan bisa melebihi standar yang ada.

Dari standar yang ada tersebut akan bisa disusun sebuah kriteria terhadap jabatan tersebut untuk kemudian dilakukan sebuah evaluasi terhadap kinerja yang bersangkutan.

Dengan demikian analisis jabatan akan membantu pelaksanaan penilaian kinerja terhadap ASN yang terukur dan bisa dipertanggungjawabkan. Dari sinilah nantinya bisa dilihat apakah yang bersangkutan berprestasi atau sebaliknya dalam melakukan pekerjaan yang ada dalam sebuah jabatan.

Pelatihan dan Pengembangan

Analisa jabatan berisi mengenai kualifikasi SDM untuk sebuah posisi tertentu, standar pekerjaan dan juga kriteria penilaian. Dari beberapa elemen tersebut nantinya akan diketahui bagaimana perbandingan hasil kerja yang diharapkan dengan aktual pelaksanaannya atau kenyataan.

Kemudian dari perbandingan tersebut bisa dilakukan analisa dan perhitungan mengenai jenis pelatihan yang dibutuhkan seseorang agar bisa melakukan pekerjaan dengan baik.

Pelatihan yang tepat yang diberikan diharapkan bisa meningkatkan kemampuan mereka dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan jabatan yang diberikan. Dari pelatihan-pelatihan itu juga nantinya diharapkan seseorang bisa lebih melihat kemampuan dirinya dan bisa mengembangkan potensi terbaiknya. Dengan begitu maka pelaksanaan tugas dan pekerjaan yang diemban sesuai dengan jabatannya akan bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya.

Manajemen Kompensasi

Karena analis jabatan dilakukan untuk bisa menempatkan orang atau SDM yang tepat dengan sebuah jabatan secara otomatis nantinya akan berhubungan juga dengan kompensasi. Pemberian kompensasi baik berupa reward dan punishment akan lebih mudah dilakukan dengan adanya standar kerja yang terdapat di dalam analisis jabatan.

Selain kompensasi yang berkaitan dengan prestasi sesuai standar dan kriteria penilaian, adanya analisis jabatan akan memudahkan melihat seberapa besar tanggung jawab yang terdapat pada posisi tersebut.

Dari situlah akan disusun besaran gaji, tunjangan serta insentif bagi yang bersangkutan. Analisis jabatan membantu mereka yang bertanggungjawab pada masalah bidang karyawan untuk menyusun elemen besaran upah atau gaji untuk seseorang yang berkaitan dengan posisi tertentu.

Dengan tujuan yang sedemikian penting bagi sebuah organisasi atau pemerintah tidak ada alasan lagi untuk tidak melakukan analisis jabatan. Ditambah dengan kebijakan moratorium penerimaan CPNS atau pembatasan penerimaan pegawai baru analisis jabatan sangat penting fungsinya. Penempatan SDM yang tepat akan meningkatkan efektivitas serta efisiensi yang akan berhubungan dengan kebutuhan pegawai.

Fungsi Analisis Jabatan

Pengadaan atau Penerimaan Pegawai

Adanya moratorium CPNS tentunya disebabkan oleh semakin banyaknya anggaran yang dibutuhkan untuk gaji pegawai. Sementara itu sebagian besar pekerjaan mungkin sebenarnya masih bisa dilakukan oleh SDM yang ada tanpa harus melakukan penerimaan pegawai baru.

Hanya saja tanpa analisis jabatan akan sulit untuk memetakan posisi mana yang kekurangan pegawai dan mana yang kelebihan. Di sinilah analisis jabatan diperlukan agar organisasi pemerintah atau instansi tidak melakukan penerimaan pegawai baru yang hanya akan menambah beban anggaran.

Promosi dan Mutasi

Dari analisis jabatan nantinya bisa dipetakan instansi mana yang kelebihan orang dan mana yang kekurangan. Hal tersebut nantinya bisa dijadikan acuan untuk melakukan mutasi pegawai dan juga promosi.

Written by
Karinov
Join the discussion

Navi.id

Newsletter

Dapatkan konten-konten terbaik dari kami setiap minggu nya. Aman, tanpa spam.