5 Eksportir Binaan PPEI kontrak $8 Juta di TEI 2019
gedung ppei pelatihan ekspor kemendag
gedung ppei pelatihan ekspor kemendag

5 Eksportir Binaan PPEI kontrak $8 Juta di TEI 2019

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ekspor-Impor (PPEI) sejak awal berdirinya sudah mengemban misi yang sangat bagus untuk ekonomi di Indonesia, yakni membantu UMKM untuk Go International. Beberapa program mereka jalankan, salah satunya dengan mengumpulkan 50 wirausawan untuk setiap kota dan kabupaten.

Dilansir dari bisnis.com, sebuah artikel yang diterbitkan pada tanggal 6 september 2016 (sumber), Parluhutan S. Tado mengatakan bahwa rasio antara jumlah pengusaha dan total penduduk di Indonesia sangat timpang. Program-program seperti ini diharapkan dapat menggenjot jumlah wirausawan di Indonesia. Tidak hanya itu, kemenag pada saat itu juga berupaya untuk mendorong kenaikan level para pengusaha di Indonesia, bahkan beliau juga menyampaikan ingin membawa UMKM untuk sampai pada pasar International.

Dan pada gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2019 yang berlangsung antara 16 sampai 20 Oktober kemarin menghasikan suatu pencapaian yang luar biasa, yakni 5 Eksportir binaan PPEI melalui Export Coaching Program (ECP)  berhasil membawa pulang kesepakatan kerja sama yang nilainya lebih dari 8 juta dolar.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Trade Expo Indonesia (TEI) adalah pagelaran pameran perdagangan berkelas international yang selalu dilakukan setiap setahun sekali oleh kemenag untuk meningkatkan niai ekspor Indonesia.

Nilai kontrak seperti yang sudah kami sebutkan diatas tertuang dalam 5 buah Mou dari berbagai perusahaan luar negri diantaranya adalah Nigeria, Singapura, Malaysia, dan juga Belgia.

Selama ini Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ekspor-Impor (PPEI) memang sering membuat program-program baru untuk meningkatkan nilai ekspor Indonesia, selain mengumpulkan minimal 50 wirausaha yang terjadi pada tahun 2016, ia juga menerbitkan sebuah program pelatihan yang diberi nama program ECP.

Program ECP sendiri dilakukan selama satu tahun dengan memberikan 8 kali tahapan pelatihan untuk membentuk pelaku ekspor yang cerdas. Salah satu tahapan yang ada dalam program ECP tersebut diantaranya business matching dengan buyer luar negri melalui video conference.

Melalui materi-materi seperti ini diharapkan para peserta bisa melelakukan beberapa hal yang dapat mensukseskan kerjasama ekspor seperti pemetaan kekuatan dan melihat peluang dipasar tujuan ekspor, negosis dagang, merumuskan kontrak dagang, menghitung harga eksport, memperluas jangkauan pasar, mengembangkan produk, dan masih banyak lagi lainnya.

dailygreen agro eksportir agribisnis ppei
Dailygreen Agro, eksportir agribisnis sukses binaan PPEI

Terkait dengan pencapaian luar biasa eksportir binaannya tersebut, Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia, NOVIANI VRISVINTATI, S.E., M.M. mengatakan bahwa transaksi tersebut merupakan salah satu bukti konkret bahwa program-program pelatihan yang dilakukan oleh PPEI berhasil menelurkan eksportir baru yang bersaing dikancah international.

Lebih lanjut beliau juga mengatakan bahwa program ECP memang dari awal sudah didesain agar sesuai dengan pelaku usaha UKM yang memiliki ambisi untuk melakukan ekspor produk keluar negri. Dan hasilnya seperti yang sudah kami bahas dan kami sebutkan diawal, nilai transaksi binaanya bisa mendapatkan 8 juta dolar melalui 5 kesepakatan kerja.

Kabar gembira ini sekaligus menjadi bukti bahwa UKM indonesia masih memiliki peluang yang sangat besar untuk bersaing di panggung international. Pemerintah melalui program-program yang mereka hadirkan bisa menjadi pintu awal untuk meraih mimpi tersebut.

Pertanyaanya sekarang, apakah anda sebagai pelaku UKM ingin juga merasakan hal yang sama dengan mereka, atau menjadi penonton diluar saja? Semua pilihan tersebut ada ditangan anda, yang jelas pemerintah sudah memberikan jalan yang lebar untuk menembus pasar international.

Written by
Karinov
Join the discussion

Navi.id

Newsletter

Dapatkan konten-konten terbaik dari kami setiap minggu nya. Aman, tanpa spam.