Pada dasarnya Juknis Bos 2019 untuk SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), SMA (Sekolah Menengah Atas), SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), dan SLB (Sekolah Luar Biasa) ini berpedoman pada SE (Surat Edaran) dari Mendagri (Kementerian Dalam Negeri). Alasannya dikarenakan dana Bos akan masuk dalam DAK non Fisik dan berpedoman pula pada Permendikbud. Sebab memang dana Bos ini ada kaitannya dengan pendidikan. Juknis Bos Kemendagri sendiri lebih berfokus pada pentatausahaan dan juga pertanggung jawaban Bos itu sendiri. Sementara itu untuk Juknis Bos Kemendikbud lebih fokus pada komponen dalam penggunaan dana Bos tersebut.

Juknis Bos 2019
Juknis Bos 2019

Sebagaimana yang sudah kita tahu bersama, ada kaitannya dengan Juknis Bos 2019 untuk pendidikan di tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama ini sendiri asalnya dari SE Mendagri yang sudah ada. Lalu untuk Juknis Bos 2019 untuk Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, dan Sekolah Luar Biasa berdasarkan SE Mendagri No. 971 – 7790. Sementara itu untuk Juknis penggunaan dana Bos 2019 ternyata lebih mengacu pada Permendikbud No. 3 tahun 2019, yang membahas tentang Juknis Bos SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB tahun 2019/2020.

Juknis Bos 2019 untuk SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB Berdasarkan Permendikbud

Untuk Anda nih yang masih belum memiliki Juknis Bos 2019 berdasarkan Permendikbud No. 3 untuk SD, SMP, SMA, SMK, dan SLB, silakan download di sini. Dan berikut ini adalah rangkuman singkatnya mengenai isi dari peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan mengenai petunjuk teknis bantuan operasional sekolah reguler yang perlu untuk Anda ketahui.

Pasal 1

  • sekolah adalah Sekolah Dasar (SD), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB), atau Sekolah Menengah Kejuran (SMK).
  • Sekolah Dasar yang selanjutnya disingkat SD adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal, yang menyelenggarakan pendidikan umum di jenjang pendidikan dasar.
  • Sekolah Dasar Luar Biasa selanjutnya disingkat SDLB adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan khusus di jejang pendidikan dasar. Dan masih ada banyak lagi dalam peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan.

Pasal 2

Petunjuk teknis Bos reguler adalah pendoman bagi pemerintah daerah provinsi atau kabupaten maupun kota dan sekolah dalam penggunaan dan pertanggung jawaban Bos reguler.

Pasal 3

Bos reguler memiliki tujuan untuk membantu biaya operasional penyelenggaraan pendidikan di sekolah – sekolah.

Pasal 4

  • Bos reguler ditempatkan untuk penyelenggaraan pendidikan di sekolah – sekolah.
  • Berdasarkan pengalokasian Bos reguler yang diterima sekolah sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1) dan dihitung berdasar jumlah peserta didik, kemudian dikalikan dengan satuan biaya.
  • Satuan biaya sebagaimana yang dimaksudkan pada ayat (2) adalah yang pertama SD sebesar Rp 800 ribu rupiah per satu peserta didik di setiap satu tahunnya, dan SMP sebesar Rp 1 juta rupiah per satu peserta didik per satu tahunnya.

Pasal 5

Tata cara dalam penggunaan dan pertanggung jawaban Bos reguler sebagaimana yang dimaksudkan dalam pasal 2 tercantum di dalam lampiran I, yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan ini.

Pasal 6

  • Bos reguler yang diterima oleh sekolah sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 4 digunakan menggunakan mekanisme PBJ sekolah.
  • Mekanisme PBJ sekolah sebagaimana yang dimaksudkan pada ayat (1) tercantum dalam lampiran II, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan ini.

Pasal 7

Ketika peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan ini mulai diberlakukan. Maka peraturan menteri No. 1 tahun 2018 kemarin mengenai petunjuk teknis bantuan operasional sekolah dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 8

Peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan ini mulai diberlakukan pada tanggal diundangkan.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan tentang Juknis Bos 2019 untuk SD, SMP, SMA, SMK , dan SLB berdasarkan Permendikbud. Semoga bermanfaat.