Jadwal dan Tarif Kereta Wisata Ambarawa
museum kereta wisata ambarawa

Jadwal dan Tarif Kereta Wisata Ambarawa

Indonesia dikaruniai ragam kekayaan yang bisa dijadikan objek wisata. Mulai dari alam, budaya, kuliner, hingga sejarah. Pemerintah pun selalu mendorong kemajuan pariwisata, tentunya bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Salah satunya adalah Ambarawa, sebuah kawasan di Jawa Tengah yang memiliki banyak warisan sejarah. Ambarawa termasuk salah satu daerah penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Itu sebabnya, banyak peninggalan sejarah yang bisa kita nikmati di Ambarawa.

Museum Kereta Ambarawa

Salah satu wisata sarat nilai sejarah yang ada di Ambarawa adalah museum kereta api. Museum yang dulunya adalah stasiun Ambarawa ini bahkan memiliki predikat sebagai museum kereta api paling besar di wilayah Asia Tenggara.

Berikut kutipan tentang museum ambarawa resmi dari official PT KAI:

Museum Kereta Api Indonesia (Indonesian Railway Museum) awalnya adalah sebuah stasiun yang bernama Stasiun Willem I. Stasiun ini dibangun oleh Nedherlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) yang diresmikan pada tanggal 21 Mei 1873 bersamaan pembukaan lintas  Kedungjati-Ambarawa. Tahun 1907, Bangunan Stasiun Ambarawa direnovasi dengan mengganti material semula berupa kayu dan bambu menjadi batu bata.

Pada awal pengoperasiannya, Stasiun Willem I digunakan sebagai sarana pengangkutan komoditas ekspor dan transportasi  militer di sekitar Jawa Tengah. Setelah di non aktifkan tahun 1976, Stasiun Ambarawa dicanangkan sebagai Museum Kereta Api oleh Gubernur Jawa Tengah pada saat itu, Supardjo Rustam.

Jadwal dan Tiket Museum Ambarawa

Waktu operasionalSenin-Minggu pukul 08.00-17.00 WIB
Tiket DewasaRp 10.000,-/orang
Tiket Anak & PelajarRp 5.000,-/orang

Kereta Wisata Ambarawa, Cara Unik Menikmati Wisata Sejarah

museum kereta wisata ambarawa
Museum kereta bernuansa wisata

Di  museum ini, kita bisa menikmati berbagai koleksi kereta api dari berbagai zaman. Namun, yang paling menarik perhatian di museum ini adalah Anda bisa menikmati pemandangan dengan kereta api wisata.

Ada dua jenis kereta yang bisa Anda pilih, yakni kereta bermesin uap berumur ratusan tahun, atau kereta kuno dengan mesin penggerak diesel.

Jadwal Kereta Ambarawa 2019

Kereta wisata di Ambarawa ini hanya dibuka pada akhir pekan dan hari libur nasional. Terdapat tiga jam keberangkatan yaitu pukul 10 pagi, 12 siang, dan pukul 14 siang. Untuk pembelian tiket, para pengunjung bisa mendapatkannya di Museum Kereta Ambarawa.

Sejak museum tersebut buka pada pukul 8 pagi, Anda bisa memesan tiket perjalanan kereta wisata dengan dua pilihan rute tadi. Setiap tiket dikenakan tarif sebesar Rp. 50 ribu, untuk perjalanan wisata standar.

Ada baiknya Anda mengantri sedari pagi. Karena, selain jumlah keberangkatan yang hanya sedikit, wisatawan yang mengantre pun sangat banyak. Ditambah lagi, pihak museum menerapkan kuota penumpang untuk setiap keberangkatannya.

Sedangkan perjalanan wisata khusus atau sewa, tentu memiliki harga yang lebih mahal. Pihak museum mematok harga sebesar Rp 10 juta untuk satu gerbong, Rp 12 juta untuk menyewa dua gerbong, dan Rp 15 juta untuk menyewa rangkaian penuh dengan tiga buah gerbong. Setiap gerbong mampu menampung 40 orang penumpang dewasa.

Harga Sewa Gerbong Ambarawa 2019

  • Ambarawa-Tuntang Lokomotif Diesel Vintage (pp)
1 kereta (maksimal 40 orang)Rp 5.000.000
2 kereta (maksimal 80 orang)Rp 7.500.000
3 kereta (maksimal 120 orang)Rp 10.000.000
  • Ambarawa-Tuntang Lokomotif Uap (pp)
1 kereta (maksimal 40 orang)Rp 10.000.000
2 kereta (maksimal 80 orang)Rp 12.500.000
3 kereta (maksimal 120 orang)Rp 15.000.000
  • Ambarawa-Bedono Lokomotif Uap (pp)
2 kereta(maksimal 80 orang)Rp 15.000.000

Untuk melakukan pemesanan sewa, harus dilakukan dua atau tiga hari sebelum pemberangkatan. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan kondisi kereta dan seluruh elemen pendukungnya. Ketika memesan, Anda pun harus menyertakan uang muka sebesar 20% dari harga gerbong yang dipilih.

Rute Kereta Ambarawa

Ada dua pilihan rute kereta wisata Ambarawa. Yang pertama adalah rute Ambarawa – Tuntang. Rute ini menyajikan pemandangan Rawa Pening yang dilatari dengan indahnya panorama pegunungan. Sesekali, akan nampak juga aktivitas masyarakat lokal Ambarawa.

Rute pertama tersebut menggunakan kereta dengan motor diesel yang menarik tiga buah gerbong sekaligus. Jalur ini relatif landai, sehingga kereta diesel yang sudah berusia tua pun masih sanggup bolak-balik melayani para wisatawan.

Perjalanan kereta wisata di rute pertama ini hanya menempuh jarak sekitar 12 km. Sehingga, durasi perjalanan ulang aliknya pun hanya sekitar 1 jam perjalanan saja.

Sedangkan rute kedua, Ambarawa – Bedono, dikhususkan bagi kereta uap. Di jalur ini, kereta uap memiliki keunggulan roda bergerigi. Sehingga masih mampu menaklukkan medan yang didominasi kawasan berbukit dan tanjakkan.  

Perjalanan di rute ini memiliki durasi sekitar 3 jam untuk pulang pergi, dan akan berhenti di dua tempat. Yang pertama adalah Stasiun Jambu. Perhentian kedua adalah kawasan Boga Makmur. Tujuan persinggahan itu adalah mengisi air dan menyiapkan mesin uap agar sanggup membawa rangkaian menanjak di lintasan terjal.

Demikianlah informasi terkait perjalanan wisata dengan kereta api di Ambarawa. Anda pilih mana? Wisata kereta reguler atau perjalanan eksklusif dengan kereta uap? Yang pasti, sesuaikan dengan budget Anda supaya momen liburan di Ambarawa akan menjadi saat yang tak terlupakan.

Written by
Karinov
Join the discussion

Navi.id

Newsletter

Dapatkan konten-konten terbaik dari kami setiap minggu nya. Aman, tanpa spam.