Mengenal Fase Oral pada Bayi
faseo oral pada bayi
Menghadapi fase oral bayi

Mengenal Fase Oral pada Bayi

Tidak sedikit orang tua yang merasa khawatir dan gemas dengan perilaku bayinya ketika dia mulai bisa memasukan tangan ke dalam mulut. Banyak juga yang menyangka kegiatan ini membuat frekuensi menyusu bayi mulai berkurang dan bayi jadi lebih sayang sama “jarinya” ketimbang menghisap payudara ibunya sendiri, dan tidak sedikit pula yang khawatir kebiasaan ini merupakan awal kebiasaan buruk yang tidak bisa hilang sampai bayi besar.

Tapi benarkah demikian? Apakah mengemut jari yang biasa disebut fase oral ini dapat membentuk kebiasaan buruk pada bayi nantinya? Mari kita bahas satu persatu dengan kepala dingin.

Apa itu Fase Oral?

Fase Oral adalah bagian dari tahapan perkembangan anak yang mau tidak mau, suka tidak suka memang harus dilalui semua bayi. Fase oral merupakan tahap perkembangan area oromotor (otot daerah mulut dan pencernaan) yang nantinya berpengaruh pada tahap perkembangan anak lainnya, seperti berbicara dan makan.

Pada fase ini bayi memberikan stimulasi pada daerah mulut dan bibir. Ia akan berusaha memasukkan semua benda yang dipegangnya ke dalam mulut karena menganggap mulutnya adalah tempat pemuasan kebutuhannya (Oral Gratification), seperti menghisap jari.

Sebenarnya refleks alami ini sudah dimulai sejak dalam kandungan, makanya tidak heran kalau ada bayi terlihat sedang menghisap jempol ketika ibu memeriksa kan kandungan dengan USG 4 dimensi. Refleks ini disebut juga Non Nutritive Sucking yaitu menghisap bukan karena butuh asupan atau memenuhi kebutuhan gizi, tetapi hanya mencari efek menenangkan dan memberi kenyamanan pada bayi.

Lalu pentingkah fase oral?

Sangat penting, karena fase ini mempengaruhi kematangan otot di daerah mulut, yang nantinya dapat membantu memaksimalkan kemampuan anak untuk makan (menerima menelan, dan mengunyah makanan padat) serta berbicara.

Selain itu fase oral juga mengoptimalkan kemampuan kognitif pada anak, dengan memberikan mereka kesempatan menggigit teether, memasukkan tangan, kaki dan benda benda lainnya, bayi bisa mendapatkan informasi tentang tekstur, ukuran, rasa, dan bentuk suatu benda.

Pada prakteknya dengan menghisap sesuatu meskipun bukan makanan pada bayi prematur juga akan lebih cepat naik berat badannya dan mengurangi frekuensi bayi menangis (Anderson, 1986). Sehingga dapat kita simpulkan fase ini ada bukan tanpa suatu tujuan ya, tetapi membantu menghantarkan anak supaya siap di tahapan perkembangan selanjutnya.

Dimulai kapan fase oral?

Fase ini sendiri terjadi di rentang usia 2 – 3 bulan, lalu puncak puncaknya usia 4 s.d 6 bulan dan akan berhenti sendiri ketika bayi mulai bisa bicara sekitar usia 1.5th.

Bagaimana membedakan dia lapar atau hanya sekedar fase oral?

Ya bayi itu pintar kok bu, dia akan tau kapan lapar atau tidak. Ibu hanya cukup menawarkan saja payudaranya ke bayi. Apabila bayi menolak artinya dia tidak lapar, tapi hanya ingin menikmati fase oralnya.

Apakah fase ini dapat membentuk kebiasaan buruk pada bayi nantinya seperti mengemut jari ketika sudah dewasa?

Pertanyaan ini banyak dilontarkan para ibu yang khawatir kalau kalau fase ini akan membentuk kebiasaan buruk sehingga tidak sedikit juga yg melarang/ menghalangi bayi untuk menghisap jarinya.

Beberapa ahli psikologi berpendapat bahwa fase oral yg dibiarkan secara alami, maka fase ini akan berhenti juga dengan sendirinya, jadi ga perlu takut atau khawatir. Tapi apabila ada bayi diatas 18 bulan masih suka mengemut jari maka harus dievaluasi apa yang terjadi pada anak sebelumnya.

Misalnya dulu ibu sering menghalang halangi bayi mengemut jari, sehingga membuat bayi gampang cemas dan frustasi, dan bayi pun memenuhi kebutuhan ini di waktu dia sudah besar. Atau ibu melakukan teknik menyapih tiba2 tanpa melalui proses sounding dan bertahap, maka membuat bayi tidak siap, sehingga dia berusaha mencari kenyamanan dan memenuhinya kembali dengan menghisap jari.

Apa ada efek dikemudian hari bila bayi tidak diberi kesempatan pada fase oralnya?

Menurut hasil penelitian teori psikoseksual-psikoanalisa, jika seseorang gagal (tidak puas) dalam fase oral saat bayi maka, kelak saat ia dewasa dapat mempengaruhi kepribadiannya, anak tumbuh dengan pribadi tidak matang karena gampang cemas dan frustasi, punya kebiasaan menggigit kuku, serta menjadi pribadi yg menuntut. Tidak sedikit manusia dewasa kemudian mencari kepuasaan oral melalui cara merokok.

Apabila anak belum bisa menghilangkan kebiasaan ini diatas 2th, sebenarnya ibu bisa membantu mengalihkan, mensounding dan menggantikan kegiatan ini dengan memegang makanan/ buah2an serta menambah waktu makannya.

Lalu apa yg perlu dilakukan ibu disaat fase oral dimulai?

Nah tugas ibu saat ya cukup membantu bayi dengan memastikan tangan serta kaki bayi dalam keadaan bersih, membersihkan serta mensterilkan mainan bayi, serta mengawasi bayi yg sedang berusaha mengeksplor benda2 ke dalam mulutnya agar terhindar dr benda tajam atau tertelan. Dan apabila ibu khawatir dengan kegiatan menyusuinya, pastikan saja tanda kecukupan ASI hariannya melalui BAK dan BAB bayi, serta memantau kurva pertumbuhan, selagi aman ibu tidak perlu khawatir berlebihan.

Jadi, sudah tidak khawatir kan dengan si Fase oral ini?

Ditulis oleh Mincha Grace Poetri Chaniago untuk grup FB Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia, Senin, 24 Sept 2018 dengan pengubahan seperlunya.

Written by
Karinov
Join the discussion

Navi.id

Newsletter

Dapatkan konten-konten terbaik dari kami setiap minggu nya. Aman, tanpa spam.