Mengenal Hebatnya Sistem Pengairan Subak di Bali
sistem irigasi subak UNESCO

Mengenal Hebatnya Sistem Pengairan Subak di Bali

Ketika Anda berlibur ke Bali, pernah berkunjung ke daerah Tabanan? Atau Anda pernah berkunjung ke daerah Bangli atau Tegalalang? Yepp, daerah tersebut memang terkenal dengan keindahan rice terrace atau area pesawahannya yang sudah menerapkan sistem pengairan subak.

Sebenarnya, jika dikaji lebih jauh, tidak hanya keindahan rice terrace saja yang menjadi spesial di tempat tersebut. Ternyata, sistem pengairan unik, tradisional, dan hanya ditemui di Bali ini mempunyai point of interest tersendiri. Penasaran? Simak informasinya disini.

Apa itu Sistem Pengairan Subak?

sistem irigasi subak adalah
Pengairan Subak di Tegalalang

Sistem pengairan subak telah dipraktekkan oleh masyarakat Bali sejak ratusan tahun silam. Sistem irigasi persawahan yang satu ini bahkan telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO. Namun tidak banyak yang tahu bahwa subak merupakan sebuah organisasi petani di Bali yang mengatur sistem perairan atau irigasi secara tradisional.

Bagi masyarakat Bali, subak lebih dari sekedar sistem pengairan.

Subak juga dianggap sebagai sebuah konsep kehidupan bagi masyarakat Bali, di mana subak merupakan perwujudan dari Tri Hita Karana yang artinya tiga penyebab munculnya kebahagiaan serta kesejahteraan.

Lebih Dekat dengan Sistem Irigasi Subak di Bali

Subak sebagai sebuah organisasi mempunyai struktur tertentu. Anggota subak (krama subak) terdiri dari 3 golongan, yaitu

  • Golongan aktif
  • Golongan pasif
  • Golongan luput

Petani dari masing-masing golongan mendapatkan jatah pembagian air yang berbeda. Perbedaan tersebut didasarkan pada tingkat keaktifan atau kontribusi demi terciptanya keadilan bagi seluruh anggota.

Subak sendiri terdiri dari beberapa fasilitas utama seperti,

  • Bendungan air
  • Parit
  • Alat untuk memasukkan air, dan lain sebagainya.

Sedangkan komponennya meliputi hutan yang berperan sebagai penjaga pasokan air, sawah terasering, desa, pura, dan sistem kanal.

Setiap subak biasanya mempunyai pura yang dikenal dengan nama Pura Bedugul atau Pura Ulun Carik. Pura tersebut dimaksudkan untuk memuja Dewi Sri. Dalam hal pengaturan sistem pengairan, tugas ini dilakukan oleh tokoh adat serta petani yang diberikan tanggung jawab untuk mengelola subak. Unik sekali bukan?

Subak Sebagai Warisan Leluhur

Masyarakat Bali sangat menjaga subak sebagai salah satu warisan leluhur. Buktinya, subak mampu bertahan lebih dari satu abad dan masih tetap digunakan oleh para petani Bali hingga saat ini. Dengan sistem tersebut, petani bisa memperoleh pembagian air secara adil dan merata. Tidak hanya itu, petani juga dapat melakukan diskusi mengenai waktu tanam atau jenis padi yang akan di tanam.

Demi menjaga kelestarian sistem pengairan yang satu ini, pemerintah Indonesia memperjuangkan agar subak dapat diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya. Proses pengajuan tersebut bukanlah hal mudah, karena dibutuhkan berbagai penelitian serta pendekatan seperti geografi, arkeologi, hingga ilmu lingkungan. 

Setelah berjuang selama sekitar 12 tahun, upaya ini membuahkan hasil dengan diakuinya sistem pengairan subak sebagai warisan budaya dunia pada tanggal 29 Juni 2012.

Dalam penetapan tersebut, UNESCO sekaligus menetapkan beberapa situs sebagai warisan budaya seperti:

1. Pura Ulun Danu Batur

Pura yang terletak di ujung danau Batur ini merupakan sebuah pura air utama. Di sinilah Anda bisa menemukan sumber dari sungai dan mata air yang ada di Bali.

2. Lanskap subak DAS Pakerisan

Situs Daerah Aliran Sungai (DAS) Pakerisan merupakan sistem pengairan tertua yang ada di Pulau Bali.

2. Lanskap subak Catur Angga Batukaru

Situs ini lebih dikenal berkat lanskap persawahan dengan sistem terasering (berundak-undak) yang mampu menarik perhatian para wisatawan lokal maupun asing.

3. Pura Taman Ayun

Ini merupakan pura terbesar dengan arsitektur yang terkenal. Pura Taman Ayun mendeskripsikan ekspansi sistem subak pada masa pemerintahan raja Bali abad ke-19.

Pemerintah juga memutuskan untuk mendirikan museum subak demi menjaga kelestarian sistem pengairan warisan leluhur ini. Museum ini terletak di Tabanan dan berisi berbagai hal mengenai subak seperti perlengkapan pertanian hingga visualisasi pekerjaan petani.

Mengapa Sistem Pengairan Subak Mendapat Perhatian Dunia?

Tahukah Anda? Sistem pengairan ini ternyata telah mampu menarik perhatian peneliti dari mancanegara. Misalnya Clifford Geertz dan J. Stephen Lansing.

Clifford Geertz dan J. Stephen Lansing sangat tertarik untuk mempelajari metode pengairan ala masyarakat Bali ini. Lansing bahkan bekerja sama dengan petani lokal untuk membuat sistem pengairan menjadi lebih efektif tanpa menghilangkan unsur budaya yang dimilikinya.

Jaringan sistem pengairan Subak ini mulai mendapat perhatian dunia khususnya oleh UNESCO karena dua keunikan, yaitu:

  1. Merupakan salah satu warisan budaya yang melibatkan pura, sistem irigasi, dan sawah sebagai komponennya.
  2. Merupakan salah satu warisan budaya non-benda bernilai sosial gotong royong yang harus dipertahankan.

Manfaat Sistem Pengairan Subak

manfaat sistem pengairan subak
Sitem Pengairan Subak di Pura Gunung Kawi

Setelah mengkaji sistem irigasi yang satu ini melalui aspek budaya, lalu sebenarnya apa manfaatnya bagi irigasi atau pertanian?

Sama seperti sistem irigasi lainnya yaitu membantu dalam proses irigasi sawah dengan luas yang besar khususnya memudahkan dan mempercepat mengalirnya air. Sistem pengairan ini juga tidak membutuhkan jumlah air yang banyak untuk menjalankannya.

Bayangkan saja, jika sistem irigasi tersebut membutuhkan jumlah air yang banyak, lalu bagaimana dengan musim kemarau? Maka dari itu, berkat adanya pengairan subak, masalah irigasi pada musim kemarau (kekurangan air) akan terselesaikan.

Setelah mempelajari informasi irigasi subak diatas, sekarang sudah paham mengenai keistimewaannya? Pastinya banyak yang belum tahu jika sistem pengairan yang satu ini telah diakui oleh UNESCO bukan?

Oleh karena itu, alangkah baiknya ketika Anda datang ke suatu tempat wisata, pelajari juga filosofi dari tempat tersebut. Dengan begitu, wawasan Anda akan semakin bertambah. Selamat berwisata!

Written by
Mendy Aisha
Join the discussion

Navi.id

Newsletter

Dapatkan konten-konten terbaik dari kami setiap minggu nya. Aman, tanpa spam.